Why does love have to be so hard? All I ever wanted was a simple fairy tale.
But dont despair, Destiny full of surprises...

Selasa, 10 Mei 2011

Tanda Tanya dan Tanda-Tanda Tanya yang Lainnya

Film ? ternyata belum selesai diperbincangkan. Film yang dianggap melecehkan Islam atau memurtadkan umat Islam. Saya heran, kenapa umat lain yang dalam Film ? ini diceritakan menjadi mualaf tidak protes?


Film ? ini dianggap melecehkan Islam dikarenakan dalam filmnya diceritakan seorang muslim yang kecewa dengan suaminya lalu masuk Katolik. Juga menceritakan seorang muslimah berjilbab yang bekerja di restoran yang menjual daging babi. Dan lain-lainnya.
Film ini juga dianggap membenarkan semua agama, plural, begitu katanya.

Saya jadi ingat potongan scene dalam film ini yang terdapat kata-kata, "keimanan tidak hancur karena sebuah drama, keimanan hancur karena kebodohan." Ya, tidak ada ceritanya keimanan seseorang hancur karena sebuah film, tetapi yang menghancurkan keimanan adalah kebodohan.

Menurut saya kita-kita ini harus lebih cerdas dalam menghadapi sebuah fenomena. Jangan asal tafsir dan berprasangka buruk dulu, kan jadinya fitnah. Bukankah Islam sendiri tidak pernah mengajarkan fitnah?


Kita lihat dari segi sosialnya, menurut saya film ini sangat menggambarkan indahnya perbedaan, bahwa agama bukanlah penghalang untuk dapat saling bersaudara. Karena agama itu ada dalam hati dan Tuhan adalah tujuan dari semua umat beragama, tak terkecuali Islam, Katolik, dan agama lainnya.

Coba lihat bagaimana persahabatan antara seorang katolik dan seorang Islam? Indah kan? Mereka saling menghargai satu sama lain. Tidak ada saling mempengaruhi. Juga persaudaraan antara pemilik restoran dengan seorang muslim, hal ini menggambarkan bahwa dalam hidup bermasyarakat itu harus saling menghargai dan menghormati.

Lakum di nukum Waliyadin.
Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar