Menulis dalam keadaan hati yang tidak mendukung memang kadang membuat tulisan itu menjadi ikut suram. Seperti halnya para fesbuker yang meng-update status-status yang sesuai dengan keadaan hati, bedanya seorang penulis biasanya mengungkapkan isi hatinya dengan lebih elegan. *no offense, karena saya juga seorang fesbuker*misalnya dengan tulisan-tulisan yang bermakna eksplisit.
Kadang saya mengungkapkan isi hati saya secara terang-terangan dalam tulisan, ya misalnya mengeluarkan unek-unek dengan gamblang berikut cerita dari awal permasalahan hingga yang dirasakan pada waktu itu. Tapi kadang juga saya mengungkapkannya lewat quote singkat yang pada intinya menggambarkan apa yang ada dalam hati saya. Kadang juga quote tersebut saya pasang sebagai status. Ya, yang penting saya tidak dengan blak-blakkan curhat di status.
Sebenarnya cara bagaimanapun juga sah-sah saja. Karena kita membicarakan hati yang tak mengenal kompromi.
Suasana hati atau yang populer disebut sebagai mood seringkali sangat mempengaruhi tindakan kita. Celakanya banyak yang belum bisa memanajemen hati atau mood tersebut sehingga malah membuat berantakan. Ya, dan saya salah satunya.
*to be continued..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar