Bulan Mei adalah bulan yang paling saya tunggu dalam setahun.
Bulan ke-lima dari 12 bulan ini punya keajaiban tertentu buat saya. Keajaibannya yaitu jelas hari kelahiran saya yang tepat di penghujung bulan, lebih tepatnya lagi tanggal 31 Mei. Bulan Mei biasanya memberikan banyak keceriaan buat saya, kasih sayang yang entah mengapa selalu terasa lebih, ucapan selamat, hadiah, kado, dan banyak orang yang sudah jauh-jauh hari menanyakan kado apa yang saya harapkan di tanggal 31 nanti. Dan saya sangat menikmati bulan Mei, sangat sangat menikmatinya..
Namun berbeda dengan Mei kali ini. Saya pikir Mei kali ini sama menyenangkannya dengan Mei-Mei sebelumnya, tapi ternyata berbeda, sangat berbeda.
Diawali dengan minggu-minggu penuh stressor.. dan masalah yang paling berat adalah masalah yang bikin saya gak bisa makan selama 3 hari di minggu pertama dan 4 hari di minggu kedua.. Parah!
Pertengahan minggu kedua dan ketiga, mood saya mulai membaik, Alhamdulillah, itupun hanya bertahan beberapa hari karena setelah itu saya harus bertahan dengan dompet yang hanya berisi 50ribu rupiah untuk hidup saya selama beberapa hari di Depok. Ya, dan akhirnya saya gak bisa pulang ke Sukabumi apalagi pulang ke Bandung mengingat tak ada uang untuk ongkos sampai akhirnya saya dipinjami uang oleh sahabat saya. Hah.. Masalah selesai dan akhirnya saya pulang ke rumah setelah dimarahi mama habis-habisan. Saya kira masalah selesai sampai di situ. Ternyata tidak! Suatu hari saya dapat sms yang bisa dibilang bikin saya seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget, sampe deg-degan.. Ah, Norak! Dan ternyata sms itu bohong. Haha. Bayangin, kamu dibawa terbang ke langit terus dihempaskan jatuh ke tanah. Sakit? Gak usah ditanya! Sakitnya sesakitnya sakit. hahaha. dan sejak saat itu saya jadi gak mau lagi percaya begitu saja sama sms-sms yang berbau serupa, paranoid? Ya! Saya cuma tidak mau terbang dan kemudian jatuh lagi.. Ok, satu hari kemudian masalah selesai, tapi siapa sangka satu hari kemudian saya harus dimarahi karena sesuatu yang sangat sangat sepele. yah, kadang saya bingung, apa memang saya yang tukang bikin masalah atau memang orang-orang disekitar saya itu pemarah? Ah, whatsoever! yang jelas saya sudah sangat puas dengan 28 hari penuh tangis dan stress. Semoga tanggal 29, 30, dan 31 menjadi sisa-sisa di bulan Mei yang bisa menggantikan semua tangis saya di tanggal-tanggal sebelumnya.
Dan saya menyadari sesuatu hal, dari 31 hari di bulan Mei, hanya terhitung 6 hari saya bisa tertawa lepas seperti biasanya, sisanya? bisa dibayangkan sendiri setelah saya bercerita panjang lebar tentang bulan Mei kali ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar