Why does love have to be so hard? All I ever wanted was a simple fairy tale.
But dont despair, Destiny full of surprises...

Kamis, 19 Mei 2011

Menikah, Suatu Solusi?

Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Pria dengan Wanita. Adam dan Hawa.
Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk pria. Agar bisa dilindungi. Agar dekat dengan hatinya. Agar bisa dicintai.
Tapi Tuhan, mengapa kau ciptakan Pria dan Wanita dalam perbedaan?
Pola pikir, perasaan, logika, dan semua hal menyebalkan tentang perbedaan antara pria dan wanita.
Semua perbedaan itu seingkali membuat banyaknya perpecahan antara dua insan yang seharusnya dipersatukan..
Pacaran, Taaruf, Komitmen, dan berbagai macam sebutan yang pada intinya saling mengikat seseorang untuk masa depan yang berujung pada suatu ikatan bernama Pernikahan seringkali mala menjadi masalah yang membuat pria dan wanita harus berperang, perang perasaan maupun perang logika.
ah, Persetan dengan segala perbedaan itu!

Selayaknya wanita, ia ingin mencintai dan dicintai..
Jodoh, Hidup, dan Mati adalah rahasia mutlak Tuhan..
dan itulah yang membuat manusia dilanda kekhawatiran..
Perasaan takut kehilangan atau karena atas dasar cinta, entahlah, tapi menikah merupakan suatu cita-cita yang berada di luar kuasa manusia...

Menikah dianggap sebuah solusi dari perasaan takut kehilangan, karena dengan menikah pria dan wanita telah terikat pada ikatan suci secara agama maupun secara hukum..
Menikah dianggap solusi sebagai pelampiasan nafsu manusiawi.. ketika berpacaran manusia harus mati-matian menahan nafsu, tak hanya berpacaran, tetapi apapun hubungan yang melibatkan kebersamaan pria dan wanita.. Dengan menikah, manusia tak takut akan dosa karena nafsunya.. ya, Maka menikah dianggap sebagai solusi..
Menikah dianggap sebagai solusi ketika jarak yang memisahkan.. Dengan menikah pria dan wanita tinggal di bawah satu atap, jarak tak lagi menjadi penghalang..
dan berbagai alasan lain mengapa menikah selalu dianggap sebagai solusi sebuah hubungan.

Namun, menikah juga bukan jaminan kebersamaan hingga akhir hayat. Karena tak sedikit pula bahtera pernikahan harus karam diterpa karang. Tak sedikit pula manusia tergoda oleh kenikmatan rumput tetangga yang selalu nampak lebih segar, yang membuat pernikahan malah jadi penghalang untuk menjelajahinya.

Tetapi tetap saja, berjuta alasan tak dapat menghalangi kesucian pernikahan. Dibarengi dengan niat tulus dan cinta kasih, menikah tetaplah menjadi jalan sakral yang juga menjadi kewajiban setiap umat.

Menikah, ya betapa ingin aku menikah, bukan hanya atas nama cinta, tetapi juga atas penghambaan tertinggi terhadap Tuhan.
Aku menunggu seseorang yang dengan tulus melingkarkan benang merah itu pada jemariku..
Aku menunggu seseorang yang dengan cintanya merengkuhku..
Dan, Aku harap seseorang itu adalah kamu.. (210707)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar