Why does love have to be so hard? All I ever wanted was a simple fairy tale.
But dont despair, Destiny full of surprises...

Jumat, 29 April 2011

Sempit

Menilai sesuatu dari satu aspek saja. Sempit!

Melihat sesuatu dari pandangan subjektif diri sendiri saja. Sempit!

Menghakimi sesuatu dari pengalaman pribadi saja. Sempit!

Merasa tahu banyak padahal hanya sedikit banyak tahu dari yang amat sangat banyak. Sempit!

Menggunakan kata2 'tinggi' padahal bermakna dangkal. Sempit!

Menggunakan kata2 orang lain untuk pembenaran diri sendiri. Sempit!

Dan banyak hal2 sempit lainnya.

Terinspirasi dari diskusi2 dunia maya yg membuat saya tergelitik.

Merasa Logis. Padahal tidak logis.
Merasa Islami. Padahal ya wallahualam.

Belajar lebih banyak hal sebelum ingin jadi hebat. Pahami lebih banyak hal sebelum ingin mematahkan logika orang yg lebih paham.

Karena gelas keramik yg cantik awalnya hanya bongkahan buruk rupa yg dipanaskan, dipukuli, dan ditempa agar menjadi indah.

Ah, saya juga terlalu banyak bicara. Padahal siapa tahu bicara saya juga sempit dan tidak sarat makna..
Who know..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar