Why does love have to be so hard? All I ever wanted was a simple fairy tale.
But dont despair, Destiny full of surprises...

Rabu, 27 April 2011

A Little about Autism vs Asperger

Autis.
Mungkin hampir semua orang mengetahui kata autis. Mungkin juga sepanjang hidup mereka pernah mengatakan kata autis itu, entah untuk mencemooh atau untuk apapun.

Lalu apa itu Asperger?
Sepertinya istilah 'Asperger' masih terdengar asing bagi masyarakat awam.

Oke, banyak orang asal menyebut Autis. Tp apa mereka paham apa itu autis?
Saya sering sekali mendengar orang2 mengaitkan autis dengan mental handicap atau autis identik dengan gila, aneh, atau bodoh.

Sebelum saya memahami itu, saya juga tidak ambil pusing dengan berbagai definisi asal tentang autis. Tetapi setelah saya tahu dan sedikitnya memahami, saya jadi gerah sendiri.

Autis sebenarnya adalah hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi, serta perilaku yg tidak biasa. Menurut Lumbantobing (2001), Autis merupakan gangguan perkembangan yg mencakup bidang sosial, bahasa verbal & non-verbal, imajinasi, fleksibilitas, dan perhatian. Autis merupakan salah satu gangguan yg menetap.

Salah satu karakteristik autis adalah tidak ada interaksi sosial, sederhananya dapat dilihat dari kontak mata.

Walaupun autis merupakan gangguan yg menetap, tetapi gejala autism atau gerakan-gerakan autistic dapat 'dikurangi' dengan pola asuh yg baik dan terapi yg baik pula, misalnya dengan pola makan yang khusus, terus melakukan kontak mata dan perhatian, dll.

Jadi autis sebenarnya bukanlah gangguan jiwa atau gila.

Namun autis juga ada yg 'high functional' alias memiliki kecerdasan diatas rata2. High functional autism dikenal dengan istilah Asperger.

Sebenarnya Asperger atau Autism sama-sama memiliki hambatan dalam perkembangan dan hambatan sosial. Namun bedanya dengan Asperger adalah kecerdasannya yg diatas rata-rata dan penderita Asperger cenderung memiliki kemampuan matematis yg sangat baik walaupun kemampuan bahasa reseptifnya buruk.

Dengan penjelasan di atas diharapkan bagi yg membaca tidak lagi asal dalam memberi label 'autis'.


Pada intinya, semua anak adalah istimewa. Apapun kelebihan dan kekurangannya mereka tetaplah titipan Tuhan yg memiliki jutaan potensi di dalam dirinya. Dan tugas kita adalah memaksimalkan dan mengembangkan potensi mereka juga menghargai mereka bagaimanpun keadaannya. :)

*dari berbagai sumber. dimohon masukannya. mohon maaf jika ada kesalahan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar